ARTIKEL KESEHATAN

Kenali, ini Perbedaan Nyeri Otot dan Salah Urat

August 9, 2023
menshealth

Nyeri otot dan salah urat adalah dua kondisi yang seringkali membuat orang bingung karena gejalanya bisa mirip.

 

Namun, keduanya berbeda dalam penyebab, lokasi, serta cara pengobatan yang tepat. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbedaan antara nyeri otot dan salah urat untuk membantu kamu memahami kondisi kesehatan ini dengan lebih baik.

 

Nyeri Otot

 

Penyebab:

Nyeri otot atau yang dikenal juga sebagai myalgia terjadi akibat tegangan yang berlebihan atau cedera pada otot. Hal ini bisa disebabkan oleh aktivitas fisik berlebihan, olahraga yang tidak teratur, gerakan yang berulang, atau peregangan yang tidak memadai sebelum atau setelah aktivitas serta posisi tubuh yang tidak nyaman / tidak tepat dapat menyebabkan otot menjadi tegang atau cedera.

 

Gejala:

Nyeri otot umumnya terlokalisasi di area yang terkena, seperti punggung, lengan, kaki, atau leher. Nyeri otot sering kali terasa sebagai nyeri tumpul, kaku, atau nyeri yang menyebar. Kadang-kadang, terjadi juga kekakuan atau pembengkakan pada area yang terkena. Gejala nyeri otot dapat bervariasi dari rasa sakit ringan hingga parah. Gerakan tertentu atau tekanan pada otot tersebut dapat memperburuk nyeri.

 

Lokasi Nyeri:

Nyeri otot dapat terjadi di area yang luas, tergantung pada otot yang terlibat. Misalnya, nyeri otot dapat terjadi di punggung, bahu, leher, atau tungkai.

 

Durasi:

Nyeri otot umumnya bersifat akut dan dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu tergantung pada tingkat keparahan cedera otot.

 

Penanganan:

- Nyeri otot biasanya dapat diatasi dengan istirahat. Istirahat dapat memberi waktu bagi otot untuk pulih.
- Selain itu penanganan dapat dilakukan dengan kompres dingin atau panas. Tindakan kompres ini dapat mengurangi peradangan pada area yang terasa nyeri.
- Lakukan peregangan otot: Ini dapat melemaskan otot-otot yang tegang dan kaku.
- Pijat: Pijatan lembut dapat membantu mengurangi ketegangan otot. Lakukan Terapi fisik atau pijat pada area yang berasa nyeri.
- Penggunaan Obat antiinflamasi / obat pereda nyeri seperti ibuprofen. Mengkonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat membantu mengurangi peradangan dan nyeri.

 

Kompres panas / dingin dapat membantu meringankan nyeri / peradangan pada area yang terkena. (Foto: beaumont)

 

 

Salah Urat (Radang Sendi):

 

Penyebab:

Salah urat terjadi ketika terjadi peradangan pada sendi ketika tendon, yang menghubungkan otot ke tulang, mengalami peradangan atau iritasi, yang biasanya disebabkan oleh penumpukan kristal zat tertentu, seperti asam urat (pada asam urat) atau kalsium (pada osteoarthritis). Salah urat dapat terjadi juga oleh karena tekanan atau iritasi pada saraf di tubuh.

 

Overuse atau penggunaan berulang dari tendon dalam aktivitas tertentu, seperti bermain tenis atau mengetik di keyboard, bisa menyebabkan peradangan pada tendon. Selain itu terjadinya benturan atau gerakan tiba-tiba dapat menyebabkan tendon meradang.

 

Kemungkinan penyebab lain adalah faktor usia. Seiring bertambahnya usia, kemampuan tendon untuk pulih dari cedera menjadi lebih lambat, meningkatkan risiko tendinitis.

 

Salah urat dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, pola makan yang tidak sehat (kaya purin), gaya hidup, obesitas, cedera pada saraf, masalah struktural, dan kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal atau diabetes.

 

Selain itu, salah urah dapat disebabkan karena penyempitan saluran tulang belakang (stenosis spinal), serta herniasi diskus tulang belakang.

 

Nyeri pada lutut (Foto: Stock)

 

Gejala:

Salah urat umumnya menyebabkan nyeri yang akut dan parah pada sendi yang terkena, seperti jari kaki, tumit, atau pergelangan tangan. Nyeri sering kali timbul secara tiba-tiba, terasa sangat menyakitkan, dan bisa disertai dengan kemerahan, pembengkakan, dan peningkatan suhu di sekitar sendi yang terkena. Nyeri bisa menjalar atau menyebar ke area lain di tubuh dan dapat menimbulkan sensasi rasa terbakar, kesemutan atau bahkan mati rasa.

 

Lokasi Nyeri:

Salah urat umumnya terjadi pada sendi-sendi tertentu, seperti jari-jari tangan, jari-jari kaki, lutut, pergelangan kaki, atau siku.

 

Durasi:

Serangan salah urat biasanya dimulai secara tiba-tiba dan berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Setelah serangan mereda, pasien dapat mengalami periode tanpa gejala sebelum serangan kembali terjadi.

 

Penanganan:

- Istirahat: Memberikan waktu bagi saraf untuk pulih.
- Fisioterapi: Latihan fisioterapi dapat membantu mengurangi tekanan pada saraf.
- Pemberian obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), obat penghilang rasa sakit: Penggunaan obat analgesik atau obat penghilang rasa sakit dapat membantu mengurangi gejala.
- Terapi panas atau dingin: Penggunaan kompres hangat atau dingin pada area yang terasa nyeri dapat membantu meredakan ketidaknyamanan.
- Perubahan pola makan
- Pengurangan faktor pemicu

 

Dalam kasus yang lebih parah, dokter mungkin meresepkan obat antiinflamasi atau steroid untuk mengurangi peradangan.

 

Kesimpulan

Meskipun ada perbedaan antara nyeri otot dan salah urat, penting untuk mencari diagnosis dan perawatan yang tepat jika kamu mengalami gejala yang mengganggu. Penting untuk dicatat juga bahwa diagnosis yang tepat dari nyeri otot atau salah urat harus ditegakkan oleh profesional medis berdasarkan gejala, riwayat medis, dan pemeriksaan fisik. Jika kamu mengalami nyeri persisten atau gejala yang mengganggu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat.


Ayo Hidup Sehat!

Sumber: dari berbagai sumber

Kembali