ARTIKEL KESEHATAN

Ini Dia, Kenali Lebih Dalam Mengenai Tinnitus (Telinga Berdenging)

November 21, 2023
Stock

Pernahkah Anda mendengar bunyi “nging” yang bising dari telinga? Dalam dunia  medis, kondisi telinga berdenging disebut tinnitus. Ada yang berbunyi seperti suara mesin, siulan, atau dengung nyamuk. Bunyi-bunyi tersebut akan terdengar semakin jelas ketika Anda berada di tempat yang hening. Bagi sebagian orang, tinnitus bisa mengusik konsentrasi, gangguan tidur, bahkan tekanan psikologis.

 

Pada umumnya, kondisi telinga berdenging bukan kondisi yang berbahaya, namun telinga berdenging bisa menjadi gejala adanya penyakit serius, maka pemeriksaan dokter diperlukan. Ada pula tinnitus yang terjadi karena penyebab yang ringan atau paparan sementara. Untuk itu segera kenali penyebab telingaberdenging, agar Anda bisa segera melakukan penanganan yang tepat.

 

Pengertian Telinga berdenging (Tinnitus)

Telinga berdenging yang sering disebut dengan tinnitus, merupakan suara dengingan pada telinga yang disebabkan oleh suatu kondisi. Umumnya, tinnitus berhubungan dengan kondisi serius yang disebabkan oleh cedera telinga, gangguan sistem sirkulasi, atau juga usia lanjut. Selain itu, tinnitus bisa terjadi pada kedua telinga ataupun salah satu telinga Anda.

 

Penyebab telinga berdenging (Tinnitus)

Umumnya penyebab telinga berdenging terjadi karena usia lanjut, penyumbatan kotoran telinga, mendengar suara keras, dan perubahan tulang telinga. Namun penyebab telinga berdenging yang lainnya yaitu:

 

1. Penyakit Meniere
Tinnitus bisa menjadi indikator awal penyakit Meniere, gangguan telinga bagian dalam yang mungkin disebabkan oleh tekanan cairan telinga bagian dalam yang tidak normal.

 

2. Gangguan pembuluh darah
Kondisi yang mempengaruhi pembuluh darah Anda – seperti aterosklerosis, tekanan darah tinggi, atau pembuluh darah yang bengkok atau cacat – dapat menyebabkan darah mengalir melalui pembuluh darah dan arteri Anda dengan lebih kuat. Perubahan aliran darah ini dapat menyebabkan tinnitus atau membuat tinnitus lebih terlihat.

 

3. Kejang otot di telinga bagian dalam
Otot di telinga bagian dalam dapat menegang (spasme), yang dapat menyebabkan tinitus, gangguan pendengaran, dan rasa penuh di telinga. Hal ini terkadang terjadi tanpa alasan yang dapat dijelaskan, tetapi juga dapat disebabkan oleh penyakit saraf, termasuk multiple sclerosis.

 

4. Disfungsi tuba eustachius
Dalam kondisi ini, tabung di telinga Anda yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan bagian atas tetap melebar sepanjang waktu, yang dapat membuat telinga Anda terasa penuh.

 

5. Gangguan Sendi Temporomandibular (TMJ)
Masalah dengan TMJ, sendi di setiap sisi kepala Anda di depan telinga Anda, di mana tulang rahang bawah bertemu dengan tengkorak Anda, dapat menyebabkan tinnitus.

 

6. Neuroma akustik atau tumor kepala dan leher lainnya
Neuroma akustik adalah tumor non-kanker (jinak) yang berkembang pada saraf kranial yang mengalir dari otak ke telinga bagian dalam dan mengontrol keseimbangan dan pendengaran. Tumor kepala, leher, atau otak lainnya juga dapat menyebabkan tinnitus.

 

Ilustrasi paparan suara kencang (Sumber: the-home-cinema-guide)

 

7. Paparan suara kencang
Satu dentuman suara saja yang melebihi batas teloransi pendengaran manusia, bisa menyebabkan telinga berdenging. Terlebih jika dentuman tersebut terjadi berulang-ulang dalam jangka waktu yang cukup lama. Faktor ini sering dialami oleh orang yang berprofesi sebagai tukang kayu, tentara, pilot, atau musisi panggung.

 

8. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat berpotensi mengakibatkan telinga berdenging, antara lain antibiotik, kina, aspirin, obat bius, antiinflamasi, dan antidepresan.

 

9. Penyumbatan Saluran Telinga
Bisa disebabkan oleh kotoran telinga, peradangan saat pilek, atau tekanan udara. Tinnitus bisa segera hilang jika penyumbatan diatasi.

 

10. Infeksi telinga
Bisa terjadi akibat cara pembersihan telinga yang tidak tepat atau karena kotoran. Seperti penyumbatan, denging di telinga akan hilang jika infeksi berhasil ditangani.

 

11. Faktor Penuaan
Pada umumnya, gangguan pendengaran yang bisa terjadi sejak usia 60 tahun.

 

12. Stress dan kecemasan
Kondisi ini bisa memengaruhi kinerja saraf dan keseimbangan proses di dalam tubuh, sehingga menjadi salah satu faktor penyebab telinga berdenging.

 

(gettyimages)

 

Apakah telinga berdenging berbahaya?

 

Tinnitus merupakan tanda dari kondisi mendasar yang serius. Bagi sebagian orang mungkin datang dan pergi dan hanya menjadi gangguan kecil. Namun, bagi sebagian orang, hal itu dapat berdampak signifikan pada kehidupan sehari-hari dan sangat menyusahkan, mempengaruhi konsentrasi, serta menimbulkan masalah seperti sulit tidur (insomnia) dan depresi.

 

Dalam banyak kasus, tinitus akan membaik secara bertahap dari waktu ke waktu, baik dengan menghilang atau dengan membiasakan tubuh (habituasi). Tetapi penting untuk mencari nasihat medis untuk mengetahui apakah penyebab yang mendasari dapat ditemukan dan diobati, dan untuk membantu Anda menemukan cara untuk mengatasi masalah tersebut.

 

Buatlah janji dengan dokter Anda jika tinitus berlangsung lebih dari beberapa minggu atau mengganggu kualitas hidup Anda. Dokter Anda mungkin merujuk Anda ke THT atau audiolog (spesialis pendengaran). Mereka akan memberi Anda pemeriksaan fisik dan tes pendengaran.

 

Penanganan sederhana telinga berdenging (Tinnitus)

 

Untuk penanganan mandiri, Anda bisa melakukan tindakan sebagai berikut:

- Mendengar suara-suara yang menenangkan. Langkah ini untuk menghindari keheningan yang membuat bunyi denging semakin terdengar.

- Relaksasi. Hilangkan kecemasan dan ketegangan agar aliran darah menjadi lancar dan seluruh fungsi di dalam tubuh Anda lebih optimal.

- Mengkonsumsi antidepresan. Hati-hati, gunakan antidepresan hanya jika relaksasi tidak bisa mengurangi tingkat stress Anda, dan konsumsi dengan petunjuk dari dokter.

- Menggunakan alat bantu dengar. Jika terjadi gangguan pendengaran, biasanya dokter akan menganjurkan penggunaan alat bantu dengar untuk memperjelas suara normal dan menyamarkan denging.

 

Hanya saja, sebaiknya Anda berupaya untuk selalu menjaga kondisi telinga. Mencegah, selalu lebih baik daripada mengobati, bukan? Karena itu, sebelum telinga berdenging, terapkan tips menjaga kesehatan telinga berikut ini:

- Gunakan pelindung telinga saat berada di sekitar sumber suara yang kencang, seperti konser atau pagelaran musik, pesawat, atau mesin-mesin pabrik.

- Atur volume earphone, cukup sebesar 60%, dan istirahatkan telinga setiap satu jam sekali.

- Hindari penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga, karena akan membuat kotoran masuk lebih dalam.

- Segera periksakan telinga berdenging atau gangguan telinga lainnya ke dokter, untuk pemeriksaan lengkap dan penanganan yang lebih tepat.

 

Itulah informasi mengenai telinga berdenging, penyebab dan cara mengobatinya. Jika Anda memiliki telinga berdenging, Anda bisa berkonsultasi dan memeriksakannya kepada Ahli Medis.

 

Ayo hidup sehat!
Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Kembali