ARTIKEL KESEHATAN

Bahaya Konsumsi Makanan pedas yang Berlebihan

February 27, 2024
Stock

Beberapa makanan akan terasa lebih nikmat jika ditambahkan cabai atau sambal agar rasanya lebih menggugah.
Ketika kita mengkonsumsi makanan pedas, maka darah dalam tubuh akan mengalir lebih cepat dari biasanya. Sehingga, racun-racun yang berada dalam tubuh dapat dikeluarkan melalui keringat. Dalam konsumsi makanan pedas secara wajar, banyak manfaat yang didapat, di antaranya: melancarkan peredaran darah, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dapat menurunkan berat badan, mencagah kanker, hingga dapat menyehatkan jantung.

 

Namun, perlu di waspadai, bahwa mengkonsumsi makanan pedas yang berlebihan dapat berbahaya bagi kesehatan. Simak ulasan berikut.

 

Bahaya Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Pedas

 

Walaupun banyak manfaat yang diperoleh dari konsumsi makanan pedas, tidak serta-merta kita dapat mengonsumsinya dengan porsi yang banyak. Perlu ada takaran yang pas agar gangguan yang terjadi pada perut dapat dihindari. Berikut adalah beberapa bahaya dari konsumsi makanan pedas yang terlalu banyak / berlebihan:

 

Diare

 

Diare merupakan akibat makan pedas yang cukup sering dijumpai. Mengapa hal ini bisa terjadi? Makanan pedas seperti cabai mengandung capsaicin merangsang pelepasan senyawa di tubuh bernama vanilloid receptor 1 atau TRPV1.  

 

Nah, TRPV1 memberi tahu otak bahwa saluran pencernaan sedang “terbakar”. Lalu, otak memerintah pelepasan endorfin untuk menekan rasa panas  akibat makanan pedas. Selanjutnya, otak pun memberi tahu saluran pencernaan agar membuang capsaicin berlebih. Kondisi inilah yang membuat Anda buang air besar terus-menerus alias diare.

 

Alih-alih menjadi tips makan yang sehat, makan pedas berlebihan justru membuat Anda bolak-balik toilet.

 

Maag

 

Salah satu bahaya dari mengkonsumsi makanan pedas adalah maag. Jumlah cabai yang banyak dapat menyebabkan lambung mengalami iritasi atau peradangan, yang umumnya disebut penyakit maag. Kandungan capsaicin yang memicu pelepasan TRPV1 bisa melukai dinding lambung, sehingga Anda merasakan sakit perut.
 
Lama-kelamaan, sakit ini akan terasa perih di lambung sehingga maag pun muncul. Gejala maag bisa semakin parah bila Anda memiliki riwayat tukak lambung.


 

Gerd

 

GERD atau refluks asam lambung merupakan salah satu bahaya makan pedas terlalu banyak dan sering. Capsaicin bisa melemaskan katup kerongkongan bagian bawah. Selain itu, senyawa ini juga membuat cairan asam di lambung bertahan dalam waktu yang lama.
 
Hal tersebut mengakibatkan asam lambung pun naik ke kerongkongan dan menyebabkan GERD. Tak hanya itu, studi terbitan Journal of Neurogastroenterology and Motility (2017) juga melihat bahwa makanan pedas juga memperparah gejala GERD, seperti nyeri ulu hati (heartburn) dan kerongkongan terbakar.

 

Mengiritasi Usus

 

Usus juga salah satu bagian dalam tubuh yang terbilang sensitif, sehingga jika seseorang mengonsumsi makanan pedas terlalu banyak maka bahaya dapat terjadi. Gangguan pada usus mungkin sulit kita hindari, sehingga menimbulkan iritasi.

 

(Foto: stock)
 

Kulit kemerahan  

 

Akibat makan terlalu pedas, Anda bisa melihat kulit tampak kemerahan. Hal ini disebabkan kandungan capsaicin merangsang pelepasan TRPV1, lalu membuat pembuluh darah melebar atau istilahnya vasodilatasi.

 

Efek vasodilatasi inilah yang membuat kulit tampak kemerahan. Dalam beberapa kasus, efek samping makan pedas bisa memperparah gejala rosacea atau atau kulit kemerahan hebat yang merata pada bagian wajah.


Cegukan

 

Akibat makan pedas, Anda mungkin akan cegukan berkali-kali. Pasalnya, kandungan capsaicin pada makanan pedas akan mengaktifkan saraf pada diafragma atau otot pernapasan.

 

Hal ini membuat diafragma menjadi tegang dan menimbulkan cegukan. Selain itu, capsaicin merupakan zat yang mengiritasi lapisan saluran pencernaan. Karena itu, tubuh pun menganggap capsaicin sebagai zat yang berbahaya.

 

Cegukan merupakan cara tubuh untuk mencegah Anda mengonsumsi makanan pedas.

 

Insomnia

 

Siapa sangka bila sulit tidur nyenyak merupakan akibat sering makan pedas? Kandungan capsaicin pada makanan pedas ternyata bisa meningkatkan suhu tubuh. Ternyata, hal ini bisa membuat tubuh terjaga di malam hari. Kandungan capsaicin juga membuat otak lebih aktif sehingga menjadi lebih terjaga.
 

Hal ini pun dipaparkan dalam jurnal terbitan International Journal of Psychophysiology. Meski begitu, studi ini sudah cukup lama, yakni pada tahun 1992. Jadi, penelitian terbaru dibutuhkan untuk menjelaskan lebih jauh akibat makanan pedas terhadap kualitas tidur.


 

Lidah mati rasa

 

Memang, kandungan capsaicin pada makan pedas bisa merangsang TRPV1, sehingga membuat makanan terasa lebih sedap. Meski begitu, paparan sensasi pedas yang terlalu sering dan lama justru membuat lidah dan mulut tak lagi peka dalam beberapa waktu.

 

Hal ini disebabkan sel saraf di sekitar lidah tidak aktif sesaat. Akhirnya, lidah dan mulut mengalami mati rasa.

 

Itulah beberapa manfaat dan bahaya dari mengkonsumsi makanan pedas berlebihan yang dapat menimbulkan dampak pada kesehatan. Hal yang harus kita lakukan adalah tetap memperhatikan takaran dari cabai yang akan dikonsumsi sebelum makan. Sesuatu yang berlebihan akan selalu berdampak buruk bagi kesehatan.


Ayo hidup sehat!
Sumber: Dari berbagai sumber

Kembali