Sariawan saat Puasa? Segera Periksa & Atasi
Selain gangguan pencernaan, sariawan merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi saat puasa. Pasalnya, mulut menjadi lebih kering dan bisa memicu bertambahnya jumlah bakteri. Selain menyebabkan bau mulut, hal ini juga bisa meningkatkan risiko terjadinya sariawan yang bikin nyeri. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara yang bisa dicoba untuk mengatasi sariawan saat puasa.
Sariawan adalah luka kecil, dangkal, dan terasa nyeri, yang muncul pada jaringan lunak dalam mulut, dasar gusi, bawah lidah, atau sepanjang sisi rongga mulut. Sariawan bisa muncul hanya satu atau beberapa buah sekaligus, tetapi sariawan tidak menular. Penyebab sariawan yang paling umum adalah daya tahan tubuh melemah, kekurangan vitamin B12 dan/atau asam folat, serta infeksi bakteri atau virus tertentu. Kadang, perubahan hormon tubuh seperti saat menstruasi atau hamil juga bisa menyebabkan sariawan muncul.
Sariawan ini sering sekali dipandang sebelah mata, padahal sariawan yang berbentuk kecil pun dapat mengganggu kualitas kehidupan sehari sehari, seperti ketika makan, minum, berbicara bahkan tersenyum.
Sariawan yang dimaksud disini merupakan luka di gusi, lidah, atau lapisan dalam mulut yang berupa ulkus dengan dasar berwarna putih ke abu-abuan dan dikelilingi oleh peradangan berwarna kemerahan di sekitarnya. Bentuk sariawan bisa berupa bulat atau oval dengan jumlah dan ukuran bervariasi mulai dari kecil yaitu 0,5 milimeter sampai besar lebih dari 10 milimeter. Stomatitis aftosa rekuren atau yang disingkat dengan SAR merupakan nama medis dari sariawan.

Sariawan pada bibir (Foto:brandondentalcare.co.uk)
Penyebab pasti terjadinya sariawan belum dapat dipastikan. Walaupun demikian, terdapat beberapa faktor yang melatarbelakangi terjadinya sariawan, seperti:
Trauma.
Trauma yang dialami dapat dari akibat menyikat gigi yang terlalu keras, jaringan lunak mulut seperti lidah, lapisan dalam mulut dan bagian dalam bibir yang tergigit. Pemakaian kawat gigi dengan bagian ujung kawat yang berlebihan, pemakaian gigi palsu yang tidak cekat atau terdapat bagian yang tajam juga dapat menimbulkan sariawan.
Genetik.
Faktor keturunan juga memegang peranan dalam terjadinya sariawan. Seseorang yang memiliki orangtua yang sering sariawan, anak-anaknya akan lebih mudah terjadi sariawan dibandingkan dengan anak-anak yang orangtuanya tidak ada riwayat terkena sariawan.
Gangguan nutrisi.
Asupan nutrisi yang kurang seperti vitamin B kompleks, vitamin C dapat memicu seseorang rentan terkena sariawan, sehingga penting untuk menjaga asupan nutrisi seimbang setiap harinya.
Alergi.
Seseorang yang memiliki alergi oleh makanan atau minuman tertentu, seperti tomat, stoberi, coklat, makanan pedas, bahkan bahan-bahan kedokteran gigi dapat melatarbelakangi terjadinya sariawan.
Stress dan cemas.
Rasa ini sering tidak kita sadari, bahkan kekurangan waktu tidur dapat membuat seseorang rentan terkena sariawan karena tubuh mengeluarkan hormon yang memudahkan terjadi peradangan.
Kebersihan rongga mulut yang buruk.
Didalam mulut terdapat mikroorganisme baik dan buruk yang hidup dengan jumlah yang seimbang, tetapi jika kondisi kebersihan rongga mulut buruk, keseimbangan mikroorganisme terganggu, menyebabkan mudahnya terjadi peradangan dan infeksi yang dapat melatarbelakangi terjadinya sariawan.
Mengatasi Sariawan saat Puasa
Sariawan saat puasa bisa mengganggu dan membuat tidak nyaman. Selain bikin nyeri, hal ini juga bisa menyebabkan kesulitan makan maupun minum, serta mulut menjadi lebih kering. Namun jangan khawatir, ada beberapa cara mengatasi sariawan yang bisa dicoba, di antaranya:
1. Berkumur Air Garam
Garam yang dicampur dengan air hangat bisa digunakan sebagai obat kumur praktis untuk mengatasi sariawan. Hal ini karena garam memiliki sifat antiseptik, sehingga bisa membantu proses penyembuhan sariawan dengan lebih cepat.

(Foto: stock)
2. Oleskan Madu
Madu adalah salah satu pilihan obat sariawan alami yang cukup ampuh. Caranya cukup dengan mengoleskan madu di atas area yang mengalami sariawan. Madu diketahui memiliki sifat antiradang sekaligus antibakteri, yang bisa membantu mengurangi rasa perih dan mempercepat proses pemulihan sariawan.
3. Kelapa
Kelapa diyakini mampu menjadi obat sariawan di lidah atau di bibir. Bahan ini bekerja mencegah peradangan luka semakin memburuk sekaligus mengurangi rasa sakit yang timbul akibat sariawan. Kelapa juga diyakini dapat membantu menyejukkan suhu tubuh, yang pada beberapa kasus menjadi penyebab timbulnya sariawan.
Cara menggunakan kelapa sebagai obat sariawan alami sebenarnya cukup mudah. Campurkan madu dengan susu kelapa atau minyak kelapa, lalu oleskan ramuan tersebut di luka sariawan. Ulangi sebanyak 3-4 kali dalam sehari, sampai sariawan mulai tampak mengempis.
4. Kantung Teh Bekas
Mengompreskan kantung teh bekas juga bisa dijadikan obat sariawan di lidah dan bibir. Kantong teh bersifat basa dapat menetralisir lingkungan mulut yang asam agar tidak memperburuk rasa sakit akibat sariawan tersebut. Caranya cukup dengan menempelkan kantung teh celup bekas pakai selama kira-kira lima menit pada sariawan.
5. Oleskan Getah Lidah buaya
Satu sariawan di lidah bisa membuat seluruh mulut terasa tak nyaman dan panas. Untuk itu, siapkan daun lidah buaya asli dan cuci sampai bersih sebagai obat sariawan di lidah. Kemudian, oleskan getah atau daging lidah buaya secukupnya langsung pada sariawan. Biarkan selama beberapa jam dan ulangi dua sampai tiga kali sehari. Lidah buaya ampuh untuk menghilangkan sariawan di lidah karena fungsinya sebagai anti-peradangan dan pereda nyeri yang alami.

(Foto: econochannelfeunj)
Itulah sedikit penjelasan tentang cara mengatasi sariawan saat puasa. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter ya.
Ayo hidup sehat!
Sumber:
Diolah dari berbagai sumber