Mencantumkan Kegagalan Dalam CV, Perlukah?
CV adalah dokumen yang berisi daftar riwayat hidup, umumnya CV menjabarkan data dan informasi yang diperlukan untuk melamar pekerjaan. Pada CV biasanya terdapat informasi seperti pendidikan, keahlian, biodata, dan riwayat pekerjaan lainnya. CV adalah bagian penting dalam syarat mendapatkan pekerjaan.
CV merupakan wajah pertama yang akan mempertemukanmu dengan sebuah pekerjaan. Karena itulah CV harus bisa memberikan gambaran yang baik sebagai kesan pertama.
Namun, apakah perlu mencantumkan kelemahan diri atau kegagalan yang pernah di alami dalam CV? kebanyakan orang akan cenderung tidak akan mencantumkan hal tersebut karena takut merusak kesempatan kerja yang akan di dapatkan. Tapi, ada baiknya meihat dari sudut yang berbeda.
Memberikan Perspektif yang Berbeda
Seperti dalam sebuah paragraf artikel yang di tuliskan oleh Vinsensia Dianawati menyebut bahwa menurut Profesor Haushofer, ketika kita melihat orang lain seringkali dilihat bahwa orang tersebut berhasil menghindar dari kesalahan. Namun ketika kita gagal, kita lebih sering mengaitkannya dengan kekurangan kita sendiri. Tanpa mengingat bahwa kegagalan yang kita alami juga dipengaruhi oleh faktor di luar kendali kita.
Lalu bagaimana kegagalan bisa muncul di dalam Cv jika tujuannya agar terlihat baik saat dibaca oleh HRD? Bukankah kegagalan adalah hal yang buruk yang seharusnya tidak di merlihatkan ketika melamar pekerjaan? Bisa saja iya benar adanya, tapi Menuliskan kegagalan dan kelemahan dalam CV juga menjadi upaya untuk menyeimbangkan catatan dan memberikan catatan perspektif yang berbeda bagi perusahaan yang membacanya. Dari daftar kelemahan dan kegagalan kita, perusahaan jadi bisa melihat seberapa banyak percobaan dan proses yang kita alami.
Berikut adalah Alasan kenapa Kegagalan bisa Saja Kamu Cantumkan di dalam CV kamu :
1. Menunjukkan Integritas
.jpg)
Mereka yang berani menunjukkan kegagalan atau kelemahannya adalah mereka yang memiliki integritas paling tinggi. Dan kini kejujuran adalah hal yang paling sulit dicari, dijamin perusahaan akan langsung melirikmu karena melihat nilai integritas yang sangat tinggi di dalam dirimu.
2. Karena yang Berbeda Selalu Menarik Perhatian
.jpg)
Tidak banyak orang yang berani menulis kegagalannya di dalam CV atau resume mereka. Kamu yang berani melakukannya pasti akan dinilai berbeda. Sejak pertama, HRD akan lebih tertarik pada CVmu dibandingkan dengan CV yang lain karena CV-mu sangat jelas bedanya.
3. Memperlihatkan Kreatifitas
.jpg)
Dengan menunjukkan Kegagalan, HRD akan menilai kamu sebagai orang yang berpikir out of the box karena memikirkan untuk menulis kegagalan dalam CV yang harusnya menonjolkan kesuksesan saja. Orang-orang out of the box adalah orang-orang kreatif yang sangat dibutuhkan di dunia kerja saat ini karena persaingan dimana-mana semakin ketat saja.
Ada anggapan bahwa menuliskan kegagalan dalam CV akan merusak keberhasilan. Tentu saja hal tersebut salah, karena CV-mu tetap bisa detail dan relevan karena dengan menunjukkan kegagalan kamu tidak akan merusak keberhasilan yang sudah kamu tulis. Kesuksesan tetap akan menjadi kesuksesan disana, kegagalan hanya akan menunjukkan bagaimana kamu tetap bertahan hingga saat ini walaupun telah mengalami kesulitan.
Kamu juga bisa menyertakan bagaimana kamu bangkit dari kegagalan itu. Dari situ kamu akan mendapatkan nilai lebih karena calon perusahaan yang akan mempekerjakan kamu semakin tahu bahwa kamu adalah survivor yang sangat tangguh. HRD pasti akan langsung tertarik dengan CV-mu dan segera memanggulmu ke sesi wawancara.
Berani Mencoba? Mari buktikan bahwa kamu adalah seseorang yang berbeda dan pribadi tangguh yang tidak ternilai!
Sumber :
https://www.merdeka.com/jatim/cv-adalah-dokumen-berisi-ringkasan-data-diri-berikut-jenis-dan-manfaatnya
https://www.fimela.com/lifestyle/read/3749869/priainimenuliskegagalanhidupdicvdanlebihdapatrespon
https://www.fimela.com/lifestyle/read/3866503/menuliskelemahandankegagalandiresumeapakahperlu
https://www.popbela.com/career/inspiration/fera/kenapadaftarkegagalanjugaharuskamucantumkan