Calon Pengantin Harus Tahu!
Setiap pasangan pasti mendambakan pernikahan yang sehat. Anda perlu mempertimbangkan dan memperhatikan aspek kesehatan psikis, seksual, serta sosial agar keluarga yang dibangun sehat dan bahagia. Karena itu, Anda dan pasangan seharusnya melakukan tes kesehatan pra nikah sebelum menjalani prosesi ijab qabul.
Tes kesehatan pada calon pengantin dilakukan tiga bulan sebelum hari pernikahan. Ada perbedaan antara tes kesehatan pada calon pengantin wanita dan Pria. Untuk Tes kesehatan pada pengantin wanita terdiri atas dua jenis pemeriksaan.
Pertama, pemeriksaan antopometri yang bertujuan untuk menentukan apakah calon pengantin wanita kekurangan gizi atau tidak. Sebab, dialah yang akan hamil sehingga sangat menentukan kondisi anaknya nanti. Pemeriksaan antopometri ini, kata dia, cukup sederhana karena hanya perlu mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar lengan atas.
Kedua, tes hemoglobin terhadap calon pengantin wanita. Apabila hasil tes menunjukkan hemoglobinnya di bawah 11,5 yang berarti menderita anemia, maka calon pengantin wanita akan diminta meminum obat penambah darah.
Pemeriksaaan kesehatan calon pengantin, khususnya calon pengantin perempuan diperuntukan mendukung pencegahan stunting pada anak. Stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik anak akibat kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupannya. Salah satu pertanda bayi atau balita stunting adalah bertubuh pendek atau kerdil.
Berikut serangkaian pemeriksaan kesehatan sebelum menikah yang bisa dilakukan para wanita:
1. Pemeriksaan fisik
Pemeriksaan kesehatan pranikah yang paling umum yakni cek fisik secara lengkap. Meski tampak sepele, tapi cek fisik tidak boleh terlewatkan karena bisa membantu memberikan gambaran mengenai status kesehatan Anda.
Tes yang dilakukan biasanya meliputi pengecekan tekanan darah, serta penilaian riwayat kesehatan. Sebab sebagai wanita yang nantinya akan mengandung, adanya tekanan darah tinggi tentu akan berisiko bagi kesehatan janin dan kehamilan tersebut.
Sementara tes riwayat kesehatan bertujuan untuk mengetahui apakah seorang wanita pernah atau sedang memiliki penyakit tertentu sebelum menikah. Diabetes, misalnya. Hal tersebut tentu bisa menjadi pertimbangan dan perhatian khusus jika nantinya berencana untuk hamil.
2. Pemeriksaan Darah
Tujuannya untuk mengetahui kecocokan golongan dan rhesus yang dimiliki wanita dengan calon pasangan pria. Di mana hasil tersebut sedikit banyak akan berpengaruh terhadap bayi yang dimilikinya kelak. Di samping itu semua, pemeriksaan darah juga dapat membantu menunjukkan berapa kadar kolesterol, gula, dan lemak dalam tubuh
3. Pemeriksaan Urine
Sama pentingnya seperti tes darah, tes urine juga akan membantu mendeteksi masalah kesehatan sebelum menikah. Ambil contohnya seperti gangguan pada organ paru-paru, ginjal, kandung kemih, dan berbagai organ lainnya, biasanya akan memengaruhi urine.
Kondisi tersebut akan membuat penampilan dan kandungan dalam urine Anda berbeda dengan yang seharusnya. Faktor yang dinilai dalam tes urine yakni warna, kejernihan, pH, bilirubin, kandungan darah, glukosa, serta albumin.
4. Pemeriksaan Penyakit Menular Seksual
Demi mendapatkan hasil akurat mengenai kemungkinan memiliki penyakit menular seksual atau tidak, diperlukan pemeriksaan menggunakan tes darah dan urine. Uji VDRL atau RPR akan membantu mendeteksi adanya penyakit menular seksual dengan menggunakan darah.
Jika tidak dideteksi sesegera mungkin, penyakit menular seksual berisiko menimbulkan ketidaksuburan. Bahkan besar kemungkinannya bisa sampai menular ke pasangan atau anak Anda kelak.
5. Pengecekan Organ Reproduksi
Pengecekan organ reproduksi yang termasuk serangkaian tes kesehatan sebelum menikah, menggunakan alat ultrasonografi (USG). Seluruh organ reproduksi wanita akan diperiksa, meliputi vagina, leher rahim, rahim, saluran telur, serta indung telur.
6. Pemeriksaan Penyakit Lainnya
Pemeriksaan TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus, dan herpes) tidak boleh terlewatkan sebelum menikah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel darah Anda guna mengamati adanya virus penyebab infeksi.
Jika tidak diketahui sejak dini, TORCH berisiko mengintai kesehatan Anda dan bayi selama kehamilan. Kondisi ini bisa membahayakan kehamilan karena membuat organ-organ tubuh bayi tidak berkembang sebagaimana mestinya.
Cek Pra Nikah untuk Pria
Cek pra nikah untuk pria relatif lebih sedikit ketimbang wanita. Hal ini karena wanita membutuhkan pemeriksaan tambahan untuk memastikan bayinya tidak tertular penyakit yang mungkin dialami oleh ibu.
Berikut cek pra nikah yang diperlukan pria:
1.Tes Kesehatan Umum
Cek pra nikah pertama yang perlu dilakukan pria adalah tes kesehatan umum berupa pemeriksaan fisik secara lengkap. Tujuannya untuk mendeteksi kelainan-kelainan pada tubuh lewat beberapa tes, seperti tes darah, tes urine, dan tes genetik.
Kamu mungkin juga perlu menjalani tes darah dengan sistem ABO/rhesus untuk mengetahui apakah rhesus yang kamu miliki sama dengan rhesus calon istri. Hal itu penting bila kamu berdua berencana untuk memiliki anak setelah menikah. Pasalnya, bila golongan darah kamu tidak sesuai satu sama lain, hal itu dapat menimbulkan komplikasi selama kehamilan. Ketidakcocokan Rh dapat berakibat fatal bagi anak kedua karena dapat terjadi kondisi di mana antibodi dalam darah wanita hamil menghancurkan sel darah bayinya.
Sementara tes urine berguna untuk mendeteksi penyakit ginjal, saluran kemih sampai kanker. Tes genetik juga tidak kalah penting dalam cek pra nikah pria agar kondisi genetik yang dapat diturunkan dari satu generasi ke generasi lain dapat dicegah dan diobati lebih dini.
2.Tes Penyakit Menular Seksual
Cek pra nikah selanjutnya yang perlu dijalani pria adalah tes penyakit menular seksual. Pemeriksaan ini penting dilakukan sebelum menikah untuk menghindari risiko penularan penyakit ke pasangan, sekaligus untuk menjaga kesuburan dan kesehatan anak di masa depan.
Tes penyakit menular seksual dilakukan untuk mendeteksi HIV/AIDS, gonore, herpes, sifilis, dan hepatitis C. Beberapa penyakit tersebut seringkali muncul tanpa gejala. Itulah mengapa tes penyakit menular seksual perlu dilakukan untuk meningkatkan peluang untuk mendapatkan kesehatan yang baik dalam jangka panjang.
3.Tes Kesuburan
Pada pria, tes kesuburan bertujuan untuk memberitahu jumlah sperma dan mengetahui apakah kamu cukup subur untuk bereproduksi. Sebab, gejala infertilitas seringkali tidak terlalu jelas, penting untuk menjalani tes tersebut bila kamu berencana untuk memiliki anak di masa depan atau bahkan untuk memiliki kehidupan seks yang normal.
Melakukan tes kesuburan dapat membuat kamu bisa mengetahui hasilnya lebih dini dan mencari pengobatan yang tepat bila diperlukan. Tes kesuburan untuk pria, meliputi analisis sperma dan air mani, pemeriksaan fisik, evaluasi hormon, tes genetik, dan pemeriksaan antibodi anti sperma.
4.Tes Thalassemia
Thalassemia bisa dideteksi dengan melakukan panel analisis hemoglobin (Hb) darah. Tes ini penting untuk dilakukan baik oleh pria maupun wanita, untuk mencegah kemungkinan cacat lahir pada anak.
Tes ini juga membantu untuk mengetahui apakah kamu mengidap thalassemia minor atau tidak. Meskipun mengidap thalassemia minor tidak masalah, namun ketika dua orang pengidap thalassemia minor menikah, kemungkinan besar anak yang lahir akan mengalami thalassemia mayor yang berbahaya.
Syarat pemeriksaan kesehatan 3 bulan jelang nikah tidak akan menjadi hambatan bagi masyarakat untuk menikah. Data hasil pemeriksaan kesehatan calon pengantin nanti akan dimasukkan dalam aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil). Aplikasi Elsimil ini mencatat seluruh informasi yang diperoleh dari semua pemeriksaan kesehatan yang dilakukan ibu dan calon ibu sebelum hamil.
Jadi, siapkan diri untuk tes kesehatan pranikah jauh-jauh hari, minimal 3 bulan sebelumnya, ya!
Semoga Bermanfaat ^^.
Sumber : Dari berbagai sumber.