ARTIKEL KESEHATAN

Ketahui, Ini 7 Perbedaan Jahe Merah dan Jahe Biasa

July 24, 2023
istimewa

Jahe, atau yang memiliki nama ilmiah Zingiber officinale, adalah salah satu rempah-rempah yang paling populer dan sering digunakan dalam berbagai masakan dan obat tradisional. Jahe telah digunakan selama berabad-abad karena khasiatnya yang beragam, termasuk membantu pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meredakan mual, meningkatkan stamina, hingga untuk meredakan sakit.

 

Jahe adalah rempah yang terkenal dengan cita rasa khasnya yang pedas, yang memiliki kandungan utama zat gingerol dan shogaol. Keduanya merupakan senyawa yang berperan aktif sebagai antioksidan. Tak hanya menjadi bumbu untuk menyedapkan masakan, jahe juga dapat kamu olah menjadi minuman tradisional untuk menghangatkan badan. Salah satu jenisnya jahe yang banyak digunakan adalah jahe merah.

 

Ada dua varietas utama dari jahe yang paling sering digunakan: jahe merah dan jahe biasa (putih). Keduanya memiliki perbedaan dalam warna, rasa, komposisi nutrisi, dan beberapa khasiat yang berbeda. Mari kita lihat perbedaan antara keduanya:

 

 

1. Warna dan Penampilan:

 

Jahe Merah:
Jahe merah memiliki kulit luar berwarna merah muda hingga merah kecoklatan. Dagingnya cenderung berwarna merah gelap atau merah kecoklatan. Oleh karena itu, sering disebut jahe merah. Bagian dalamnya biasanya lebih gelap dibandingkan dengan varietas yang putih.
    
Jahe Biasa (Putih):
Jahe biasa memiliki kulit luar yang lebih cerah, cenderung berwarna kuning muda hingga coklat muda. Dagingnya memiliki warna yang lebih pucat dan biasanya berwarna putih atau kuning muda.

 

 

2. Rasa dan Aroma:

 

Jahe Merah:
Jahe merah cenderung memiliki rasa yang lebih manis dan aroma yang lebih kuat dibandingkan dengan varietas putih. Rasa manisnya lebih menonjol karena kandungan gula alami yang lebih tinggi.
    
Jahe Biasa (Putih):
Jahe putih memiliki rasa lebih tajam dan pahit dibandingkan dengan jahe merah. Aromanya lebih ringan dan kurang manis.

 

 

3. Kandungan Nutrisi:

 

Jahe Merah:
Jahe merah diketahui mengandung lebih banyak antioksidan, terutama senyawa anthocyanin yang memberikan warna merah pada jahe ini. Antioksidan berperan dalam melawan radikal bebas dan dapat membantu mencegah kerusakan sel dalam tubuh.
    
Jahe Biasa (Putih):
Jahe putih mengandung lebih banyak senyawa gingerol, shogaol, dan zingeron, yang memberikan rasa pedas pada jahe. Gingerol telah dikaitkan dengan sifat anti-inflamasi, antioksidan dan analgesik, yang bermanfaat untuk meredakan nyeri dan peradangan.

 

 

4. Penggunaan Tradisional:

 

Minuman tradisional wedhang jahe (Foto:koranmemo)

 

Jahe Merah:
Jahe merah sering digunakan dalam pengobatan tradisional untuk meningkatkan energi, meningkatkan daya tahan tubuh, dan membantu meredakan gangguan pencernaan seperti masuk angin.
    
Jahe Biasa (Putih):
Jahe putih lebih umum digunakan untuk meredakan mual dan muntah, membantu mengatasi sakit tenggorokan, serta membantu meningkatkan sirkulasi darah.

 

 

5. Penggunaan dalam Masakan dan Obat-obatan:

 

Kedua jenis jahe umumnya digunakan dalam masakan untuk memberikan rasa dan aroma yang khas. Jahe merah sering digunakan dalam hidangan khas Asia, seperti masakan India dan Indonesia. Jahe putih sering digunakan dalam masakan Cina dan Jepang.

 

Dari segi pengobatan tradisional, keduanya telah digunakan untuk mengobati berbagai masalah kesehatan. Jahe merah umumnya dipercaya memiliki sifat yang lebih "panas" dan cocok digunakan untuk mengatasi masalah pernapasan, seperti batuk dan pilek. Sementara jahe putih lebih sering digunakan untuk membantu pencernaan, mengurangi mual, dan meredakan masalah gastrointestinal.

 

 

6. Ketersediaan:

 

Jahe merah biasanya lebih sulit ditemukan di pasar atau toko-toko makanan dibandingkan dengan jahe putih. Jahe merah seringkali hanya tersedia dalam bentuk bubuk atau suplemen tertentu.

 

 

7. Manfaat :

 

Manfaat Jahe Merah

 

Jahe merah (Foto: istimewa)

 

1. Sumber Antioksidan yang Kuat:
Jahe merah mengandung senyawa anthocyanin yang memberikan warna merah pada jahe tersebut. Anthocyanin adalah senyawa antioksidan yang kuat dan membantu melawan radikal bebas dalam tubuh, sehingga dapat membantu melindungi sel-sel dari kerusakan oksidatif.

 

2. Anti-inflamasi:
Senyawa seperti gingerol, zingeron, dan zingiberenol dalam jahe merah memiliki sifat anti-inflamasi. Dengan demikian, jahe merah dapat membantu mengurangi peradangan dalam tubuh dan mengurangi risiko berbagai penyakit terkait inflamasi.

 

3. Menyokong Kesehatan Kardiovaskular:
Jahe merah dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah karena kemampuannya untuk melawan peradangan dan meningkatkan sirkulasi darah.

 

Dalam jahe merah juga terdapat asam alfa-linolenat yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Senyawa ini bekerja dengan membantu menjaga detak jantung. Selain itu, nutrisi tersebut juga menurunkan potensi pembekuan darah.

 

Selain itu, jahe merah juga mengandung asam klorogenat yang dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. Dengan mengkonsumsinya secara rutin, tanaman herbal ini dapat membantu mengurangi potensi hipertensi, aterosklerosis, dan gagal jantung.

 

Seperti yang kamu ketahui, penyakit jantung menjadi masalah kesehatan yang menyumbang angka kematian terbesar. Selain itu, kelainan ini juga bisa terjadi pada semua usia, terutama orang tua. Jadi, tidak ada salahnya untuk kamu dan orang tua rutin mengkonsumsi rebusan rimpang ini untuk menjaga jantung tetap sehat.

 

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh:
Kandungan antioksidan dan sifat anti-inflamasi dalam jahe merah dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu melawan infeksi, dan meningkatkan daya tahan tubuh secara keseluruhan.

 

5. Menghambat jamur:
Manfaat ini terjadi berkat kandungan limonene dalam jahe merah. Nutrisi tersebut bekerja dengan menghambat atau menekan pertumbuhan jamur Candida albicans. Ini adalah patogen penyebab infeksi jamur pada area kulit.

 

Studi berjudul Zingiber officinale var. rubrum: Red Ginger medicinal uses oleh Molecules menyebutkan,  jahe merah memiliki efek antimikroba dan antijamur.

 

Kemudian, peneliti melakukan studi lebih lanjut untuk mengevaluasi mekanisme molekuler yang terlibat dalam resistensi bakteri dan jamur. Hasilnya, terdapat aktivitas antibakteri pada tanaman herbail ini terhadap bakteri gram-positif dan gram-negatif.

 

Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa jahe merah menunjukkan aktivitas ampuh dalam menghambat pertumbuhan sekaligus membunuh Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Bacillus subtilis.

 

Sementara itu, kandungan minyak rimpangnya cukup aktif untuk membunuh Bacillus licheniformis, Bacillus spizizenii, Staphylococcus aureus, dan Escherichia coli.

 

Jahe putih (Foto:istimewa)

 

 

Manfaat Jahe Biasa (Putih):

 

1. Anti-Mual dan Anti-Muntah:
Gingerol dalam jahe biasa memiliki sifat anti-mual yang efektif. Karena itu, jahe biasa sering digunakan untuk meredakan mual dan muntah, terutama selama kehamilan, perjalanan, atau setelah operasi.

 

2. Membantu Pencernaan:
Jahe biasa dapat membantu meredakan gangguan pencernaan seperti gas, kembung, dan masalah pencernaan lainnya. Senyawa gingerol membantu merilekskan otot-otot usus dan meningkatkan proses pencernaan.

 

3. Mengurangi Nyeri dan Peradangan Sendi:
Jahe biasa telah digunakan secara tradisional untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada penderita osteoarthritis dan gangguan sendi lainnya.

 

4. Meningkatkan Sirkulasi Darah:
Gingerol dalam jahe biasa juga dapat membantu meningkatkan sirkulasi darah dan membantu menghangatkan tubuh, yang bermanfaat dalam kondisi seperti kedinginan.

 

Bagaimana Cara Mengkonsumsi?

Untuk mendapatkan manfaatnya, kamu tentu harus memilih tanaman atau rimpang yang segar. Selanjutnya, geprek atau parut satu bonggol, lalu rebus bersama dengan 4 gelas air.

 

Setelah mendidih, tambahkan jahe ke dalam air rebusan dan diamkan hingga airnya tersisa 2 gelas saja. Kemudian, saring airnya. Minum air rebusan selagi hangat. Untuk memperkaya rasa, kamu bisa menambahkan madu atau perasan air lemon.

 

Minuman jahe (Foto:thetravelbite.com)


(Foto:aido.id)

 

Jadi, dalam penggunaan sehari-hari, keduanya dapat digunakan secara serupa dalam masakan, minuman, dan ramuan obat. Beberapa orang mungkin lebih memilih salah satu varietas tergantung pada keperluan kesehatan atau preferensi rasa.

 

Namun, perlu diingat bahwa artikel ini hanya memberikan gambaran umum tentang perbedaan antara jahe merah dan jahe biasa (putih). Kedua jenis jahe tersebut memiliki manfaat kesehatan yang berharga, namun jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau merencanakan penggunaan dalam pengobatan, selalu bijaksana untuk berkonsultasi dengan profesional medis atau ahli gizi terlebih dahulu.

 

Ayo hidup sehat!

 

Sumber:
Dikelola dari berbagai sumber

Kembali