Merasa Tidak Menyimpang, Tapi Kena Sifilis… Kok Bisa?
Kamu pasti sadar dewasa ini banyak sekali pengidap penyakit seksual secara global. Jangan kaget ya, menurut data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), tiap harinya sekitar satu juta orang tertular penyakit ini. Parahnya lagi, kira-kira 357 juta penduduk dunia mengidap penyakit menular seksual.
Ingat, penyakit menular seksual bukan hanya tentang HIV atau AIDS, gonorea, atau chlamydia saja. Ada juga sifilis atau yang biasa disebut raja singa yang tak kalah bahayanya. Sudah tidak asing kan dengan penyakit ini?
Sifilis atau raja singa termasuk salah satu penyakit menular seksual yang sering ditemui. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang bernama TreponemSaat bakteri ini masuk ke tubuh, gejala yang muncul antara lain demam hingga luka atau lesi di kulit. Fase penularan sifilis berada pada level tertinggi ketika lesi sudah muncul.a pallidum. Bakteri ini menyerang area genital, bibir, mulut, atau anus pria dan wanita.
Meski namanya penyakit menular seksual, sifilis tak hanya ditularkan melalui hubungan seksual. Sayangnya, masih banyak yang percaya kalau sifilis hanya ditularkan lewat kontak seksual. Padahal, tak sesederhana itu penyebaran sifilis. Penyakit yang bisa berujung pada kematian ini punya cara lain untuk menjangikiti jutaan orang.
Ada beberapa jalur lain yang patut diwaspadai.
- Dari Bumil ke Janin
Jangan percaya desas-desus kalau sifilis hanya menyebar lewat hubungan seksual. Faktanya, raja singa ini juga bisa ditularkan dari ibu hamil ke bayi selama kehamilan. Singkat kata, bumil yang terinfeksi sifilis, berpotensi menularkan bakteri penyebab sifilis ke janin yang tengah dikandungnya.
- Penggunaan jarum suntik tidak steril
Orang-orang yang menyalahgunakan obat terlarang lewat jarum suntik berisiko terkena penyakit menular seksual ini meski tidak berhubungan seksual dengan pengidap sifilis. Penggunaan jarum suntik yang tidak steril juga bisa terjadi pada proses transfusi darah. Namun, itu jarang terjadi karena pendonor biasanya melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.
- Bersentuhan langsung dengan luka sifilis
Penularan lewat cara ini memang jarang terjadi. Namun bukan berarti Anda bisa cuek, terutama jika bekerja di bidang medis, seperti di rumah sakit, puskesmas, ataupun fasilitas kesehatan lainnya. Bakteri sifilis pindah melalui luka yang tidak tertutup di tubuh Anda, bersentuhan langsung dengan lesi sifilis. Bakteri akan pindah saat orang lain menyentuh lesi sifilis tersebut.
Penyakit ini tidak dapat menular lewat kontak biasa seperti berbagi makanan atau minuman, berpelukan, berpegangan tangan, bersin, atau batuk. Sifilis juga tidak menular apabila Anda menggunakan toilet duduk maupun handuk yang sama dengan pengidapnya.
Cara mencegah penularan sifilis
Untuk mencegah agar Anda tidak tertular sifilis, berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan.
- Tidak melakukan hubungan seksual dengan pengidap sifilis
- Jika memiliki perilaku berisiko maka berkomitmenlah untuk menjauhkan diri selanjutnya dari perilaku tersebut dengan menyadari perilaku tersebut membahayakan diri sendiri dan pasangan. saling menjaga komitmen dan setia dalam hubungan adalah satu-satunya cara untuk bebas dari penyakit menular seksual.
- Jagalah kebersihan daerah genital (kelamin) dengan secara rutin mengganti celana dalam, menjaga daerah genital (kelamin) relatif kering (jangan biarkan daerah tersebut lembab atau basah). Bersihkan kelamin saat mandi secara wajar.
- Menghindari konsumsi obat-obatan terlarang
- Menjalani pemeriksaan kehamilan secara berkala (pada ibu hamil)
Penyakit sifilis sangat menular dan bisa berkembang menjadi kondisi yang berbahaya jika tidak ditangani dengan baik. Namun, penyakit ini juga bisa sembuh dengan baik selama Anda memulai perawatan sejak dini.
Meski begitu, tentu mencegah lebih baik daripada mengobati. Karenanya kamu tetap perlu mengetahui penyebab penularan sifilis agar bisa menghindarinya di kemudian hari.
Semoga Bermanfaat ^^.
Sumber : Dari Berbagai Sumber