ARTIKEL KESEHATAN

Perut Kembung Setelah Makan? Simak Kemungkinan Penyebabnya!

July 31, 2023
Freepik

Kamu mungkin kerap mengeluhkan perut kembung, terutama setelah makan. Meskipun sudah menghindari makanan tertentu, kok tetap kembung? Mungkin itulah beberapa pertanyaan yang sering timbul di benak Kamu. Jika Kamu kerap merasakan perut kembung setelah makan, Kamu perlu tahu kemungkinan penyebabnya berikut ini!

 

Perut kembung adalah kondisi umum yang dialami oleh banyak orang di seluruh dunia. Sensasi perut yang penuh, kembung, dan tidak nyaman dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan mempengaruhi kualitas hidup. Berbagai faktor dapat menjadi penyebab perut kembung, dan penting untuk memahami penyebabnya agar dapat mengatasinya dengan tepat.

 

Penyebab Perut Kembung Setelah Makan

 

Makanan dan minuman yang Kamu konsumsi merupakan salah satu aspek penting dalam timbulnya gas dalam saluran pencernaan, namun efeknya pada masing-masing individu memang berbeda-beda.

 

Ada orang yang lebih sensitif  terhadap suatu jenis makanan dibanding orang lain. Maka dari itu Kamu tidak perlu bingung kenapa makanan tertentu dapat menyebabkan perutmu kembung, namun tidak menyebabkan masalah yang sama saat dimakan teman Kamu.

 

Perut kembung (Foto: Getty Images)

 

Pola Makan:

Pola makan yang buruk adalah salah satu penyebab utama perut kembung. Mengkonsumsi makanan dalam porsi besar atau makan terlalu cepat dapat menyebabkan penumpukan gas di dalam perut. Selain itu, konsumsi makanan tinggi serat secara mendadak juga dapat menyebabkan perut kembung, karena serat harus dicerna oleh bakteri usus, yang dapat menghasilkan gas sebagai produk sampingan.

 

Konsumsi Udara:

Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka dapat menelan udara saat makan atau minum, terutama jika mereka makan terlalu cepat, mengunyah permen karet, atau minum dengan sedotan. Udara yang tertelan ini kemudian mengumpul di perut dan usus, menyebabkan perut terasa kembung.

 

Produksi Gas:

Proses pencernaan normal menghasilkan gas yang terdiri dari oksigen, nitrogen, karbon dioksida, dan metana. Gas ini biasanya dikeluarkan melalui perut atau melalui proses bersendawa. Namun, jika ada gangguan dalam pencernaan, seperti kesulitan mencerna beberapa jenis makanan, produksi gas berlebihan dapat menyebabkan perut kembung.

 

Intoleransi Makanan:

Beberapa orang memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu, seperti laktosa pada produk susu, gluten pada gandum, atau fruktosa pada buah-buahan tertentu. Ketika makanan ini dikonsumsi, tubuh tidak dapat mencerna mereka dengan baik, menyebabkan penumpukan gas dan perut kembung.

 

Sembelit:

Ketika tinja tertahan dalam usus, gas dapat terperangkap dan menyebabkan perut kembung. Sembelit bisa disebabkan oleh rendahnya konsumsi serat, kurangnya cairan dalam tubuh, atau kurangnya aktivitas fisik.

 

Stres:

Stres dan kecemasan juga dapat berperan dalam perut kembung. Ketika stres, sistem pencernaan cenderung berfungsi dengan buruk, dan ini bisa menyebabkan penumpukan gas dalam perut.

 

 

Cara Mengatasi Perut kembung:

 

1. Konsumsi serat dengan bijak

 

Serat memang baik untuk tubuh terutama untuk membantu melancarkan pencernaan. Namun perlu diingat, kebaikan serat datang dari fakta bahwa serat adalah bentuk karbohidrat dari tumbuhan yang tidak dapat dicerna tubuh.

 

Karbohidrat yang tidak dapat dicerna tubuh tersebut akan memproduksi gas selama dicerna. Semakin banyak serat yang Kamu konsumsi, semakin banyak gas yang dihasilkan sehingga menyebabkan gejala kembung. Contoh makanan tinggi serat antara lain kacang-kacangan, oat, brokoli, dan beberapa buah seperti apel dan jeruk.

 

Jika kamu ingin meningkatkan konsumsi serat, lakukan secara bertahap dan pastikan kamu minum cukup air untuk membantu pencernaan serat.

 

2. Hindari Soda dan Minuman Berkarbonasi

 

Minuman berkarbonasi dapat menyebabkan kembung karena mereka mengandung gas. Minuman ini berisi gas karbon dioksida, sehingga ketika masuk ke sistem pencernaan dapat menyebabkan kembung. Bahkan minuman soda berlabel "diet" pun tidak menjamin lebih sehat.

 

Minuman soda / berkarbonasi (Foto:Stock)

 

3. Hati-hati terhadap intoleransi makanan dan alergi

 

Kembung juga merupakan gejala umum intoleransi makanan dan alergi. Makanan pemicu alergi dan intoleransi misalnya makanan yang mengandung gandum dan gluten. Intoleransi dan alergi dapat menyebabkan produksi gas berlebihan yang terperangkap pada saluran pencernaan.

 

Sampai saat ini tidak ada tes yang dapat benar-benar spesifik untuk mengidentifikasi alergi, jadi cara terbaik untuk mengetahuinya adalah menggabungkan hasil tes alergi dengan trial and error.

 

4. Hindari Makanan Pemicu dan Makanan Tinggi Lemak

 

Jika kamu memiliki intoleransi terhadap makanan tertentu, hindarilah makanan tersebut. Juga, batasi konsumsi makanan yang diketahui menyebabkan perut kembung, seperti kacang-kacangan, brokoli, kol, atau minuman berkarbonasi.

 

Lemak adalah salah satu zat gizi makro sebagai sumber energi. Tubuh mencerna lemak lebih lama dibanding karbohidrat dan protein, bahkan dapat menghambat pengosongan sistem pencernaan. Pada beberapa orang, proses ini dapat menyebabkan terjadinya kembung.

 

Jika kamu termasuk salah satu dari golongan ini, maka sebaiknya hindari makanan tinggi lemak seperti kulit ayam, tetelan, dan jeroan, sehinga dapat membantu mengurangi perut kembung setelah makan.

 

5. Makan dengan Perlahan dan Kurangi berbicara saat makan

 

Jika Kamu punya kebiasaan makan terburu-buru, lebih baik segera hentikan. Makan dan minum terlalu cepat meningkatkan jumlah udara yang ikut masuk ke dalam saluran pencernaan saat mengunyah dan menelan yang pada akhirnya membuat gas semakin banyak di lambung.

 

Jika Kamu punya kebiasaan  berbicara saat makan, bisa jadi itu juga penyebab perut kembung setelah makan yang kamu rasakan. Berbicara saat makan juga meningkatkan kemungkinan tertelannya udara ke lambung yang pada akhirnya terakumulasi dalam sistem pencernaan.

 

Batasi berbicara saat makan (Foto:Shutterstock)

 

Selain itu, kurangi dan batasi juga mengunyah permen karet. Mengunyah permen karet memang nikmat rasanya, namun seperti halnya makan dan minum terlalu cepat, mengunyah permen karet mengakibatkan Kamu menelan udara lebih banyak.

 

 

6. Batasi konsumsi garam

 

Kelebihan garam dapat menyebabkan tubuh menahan air yang seharusnya dikeluarkan. Ini akan menyebabkan rasa penuh pada perut dan kembung.

 

7. Olahraga:

 

Aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan pergerakan usus dan dapat mencegah terjadinya sembelit.


8. Periksakan kemungkinan kondisi medis lain

 

Pada beberapa kasus, kembung bukan saja disebabkan asupan makanan dan minuman, tapi dapat juga merupakan gejala dari penyakit yang lebih serius, contohnya endometriosis dan kista ovarium dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan rasa kembung pada perut. Untuk memastikannya, ada baiknya Kamu memeriksakan diri ke dokter.

 

 

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

 

Jika perut kembung terjadi secara kronis, disertai dengan gejala lain seperti nyeri perut yang parah, perubahan pola buang air besar, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau jika perut terasa sangat keras, segera konsultasikan dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Dalam kebanyakan kasus, perut kembung adalah kondisi yang tidak berbahaya dan dapat diatasi dengan perubahan pola makan dan gaya hidup. Dengan memahami penyebabnya dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, perut kembung dapat dikurangi atau dihindari, sehingga kamu dapat menikmati hidup yang lebih nyaman dan sehat.

 

Ayo hidup sehat!

 

Sumber: Dari berbagai sumber

Kembali